PENGARUH EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA PUTRI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI SMAN MUTIS TAHUN 2026
Keywords:
Pengetahuan, Remaja Putri, Pernikahan Dini, Pencegahan StuntingAbstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Pernikahan dini berdampak pada social dan ekonomi anak remaja yang menikah dibawah usia 19 tahun sering kali belum mapan atau tidak memiliki pekerjaan yang layak dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah. Pernikahan dini memiliki berbagai dampak berbahaya bagi pria dan wanita, baik dari aspek kesehatan, psikologi, maupun mental. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting di SMAN Mutis tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Penelitian ini dilakukan terhitung dari tanggal 03 Maret - 11 April 2026 di SMAN Mutis dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih mengunakan teknik random sampling, Analisis data menggunakan uji spearman's rho. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup sebelum di berikan edukasi sebanyak 38 responden (67,9%) dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik setelah diberikan edukasi sebanyak 55 responden (98,2%), hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,035. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting di SMAN Mutis tahun 2026.
Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Pernikahan Dini, Pencegahan Stunting.
ABSTRACT
Introduction: Early marriage has social and economic impacts on adolescents who marry before the age of 19, as they are often not yet economically independent or do not have decent employment due to their low level of education. Early marriage can have various harmful consequences for both men and women, including impacts on their physical health, psychological well-being, and mental health. Objective: This study aimed to determine the effect of health education on the level of knowledge among adolescent girls regarding the impact of early marriage as an effort to prevent stunting at SMAN Mutis in 2026. Methods: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The study was conducted from March 3 to April 11, 2026, at SMAN Mutis, involving 56 respondents selected using a random sampling technique. Data were analyzed using Spearman's rho test. Results: Before receiving health education, the majority of respondents had a moderate level of knowledge, comprising 38 respondents (67.9%). After receiving health education, the majority of respondents had a good level of knowledge, comprising 55 respondents (98.2%). Statistical analysis yielded a p-value of 0.035. Conclusion: Health education had a significant effect on the level of knowledge among adolescent girls regarding the impact of early marriage as an effort to prevent stunting at SMAN Mutis in 2026.
Keywords: Knowledge, Adolescent Girls, Early Marriage, Stunting Prevention.
References
Aji Muhawarman, ST, M. (2025). SSGI 2024 : Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. In Jakarta, 26 Mei 2025 (pp. 1–3).
April. (2021). konsep remaja. Jurnal Kesehatan, 6(6), 9–33.
Batubara, N. S. (2021). Pengaruh Pemberian Sari Kacang Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Desa Padang Baruas Kabupatenpadang Lawas Utara Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 6(1), 115. https://doi.org/10.51933/health.v6i1.415
Darwanty, J., Dumilah, R., Khadijah, S., & Fariji, A. A. (2023). Pengaruh Pemberdayaan Keluarga Terhadap Pemanfaatan Buku Kia Pada Ibu Hamil. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 15(1), 154–162. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v15i1.2243
Dewi, D. T. (2020). Defenisi Remaja,. Artikel Poltekkes Denpasar, 5–7.
Edi Subroto, & Cesy Marlianata Simanullang. (2024). KIE Persiapan Calon Pengantin Dan Skrining Pranikah. Jurnal Pengabdian Indonesia, 1(1), 54–60.
G, S. alin, Marihi, L.O.,O,S. umarton, & Tuharea, F. (2023). Penyuluhan Gizi Seimbang Dan Olahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri, 7(1), 48–54. https://doi.org/10.35326/pkm.v7i1.3244
Ghaniyannisa, A. W., Supariasa, I. D. N., Hadisuyitno, J., & Setyobudi, S. I. (2023). Pengetahuan. Nutriture Journal, 2(3), 160. https://doi.org/10.31290/nj.v3i2.4072
Hakim, L. (2025). Kerangka Konsep Penelitian: Definisi, Isi, Cara Membuat dan Contoh. Deppublish.
Izzaty, R. E., & Astuti, Budi Cholimah, N. (2022). Konsep Dasar Stunting. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 5–24.
Lieskusumastuti. (2022). Upaya Pencegahan Stunting Melalui Metode Kunjungan Rumah. Jurnal Peduli Masyarakat, 4(2), 283–292.
Maslikhah, Prajayanti, H., & Baroroh, I. (2023). Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Gizi Pada Masa Kehamilan. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 6(1), 1–7. https://doi.org/10.36984/jkm.v6i1.331
Miraturrofi’ah, M., Kartini, D., & . L. (2025). Faktor Risiko Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr): Analisis Kekurangan Nutrisi Maternal Dan Preeklampsia Di Rumah Sakit Perkotaan Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 9(1), 73–80. https://doi.org/10.37294/jrkn.v9i1.648
Mulyana, A., Susilawati, E., Fransisca, Y., Arismawati, M., Madrapriya, F., Phety, D. T. O., Putranto, A. H., Fajriyah, E., Krniawan, R., Asri, Y. N., Milasari, L. A., & Sumiati, I. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif. In Tohar Media.
Muri’ah, S., & Wardan, K. (2021). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Pustaka Setia, 1–295.
Mustikhatul, A., Dini Wulandari, Fahira Amanda Putri, Siti Khotijah, Siti Sulistiawati, & Wulan Ariyanti. (2025). Perkembangan pada Anak menurut Santrock. Early Childhood Journal, 3(2), 88–101. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4856
Mutiah, N. R., Zulfa, I., & Hami, W. (2024). Analisis Penyebab dan Dampak Pernikahan Dini (Studi Kasus di Desa Rejosari, Kecamatan Bojong). Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 7(1), 29–38. https://doi.org/10.24853/ma.7.1.29-38
Nadrah, N., Handayani, R., & Fatwiany, F. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik Pada Kehamilan. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 7(1), 011–017. https://doi.org/10.36984/jkm.v7i1.414
Nurseha. (2025). Buku Referensi Pentingnya Pencegahan Stunting Pada Anak. In Optimal Untuk Negeri (p. 1).
Rahmadhiah, Azvia, F., & Hanum, F. (2022). Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Grong-Grong Kabupaten Pidie, 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 3(2), 1–10.
Rianti, E. P., Liestyaningrum, W., & Rahman, Z. (2025). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Sei Lekop Kabupaten Bintan. Excellent Health Journal, 1(2), 48–61. https://doi.org/10.70437/excellent.v1i2.15
Rustiana, E., Hermawan, Y., & Triana, Y. (2020). Pencegahan Pernikahan Dini. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 11–15.
Saidin, & Jailani, M. S. (2023). Memahami Etika Dalam Penelitian Ilmiah. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 24–29. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.51








